Jumat, 04 Juni 2010

teori komunikasi - Spiral of Silence Theory

Teori ini diperkenalkan oleh Elizabeth Noelle-Neumann, seorang professor komunikasi dari Institute fur Publiziztik Jerman. Teori ini dijabarkan dalam sebuah tulisan yang berjudul The Spiral of Silence yang kemudian dipublikasikan pada tahun 1984. Noelle-Neumann merumuskan teori ini dari hasil penelitiannya selama bertahun-tahun tentang korelasi antara terpaan media massa dan pembentukan opini publik. Sebagai objeknya, Noelle-Neumann mengamati persaingan dua partai besar dalam pemilu di Jerman, Christian Democrats dan Sosial Democrat dan penggunaan media massa sebagai pembentuk opini publik.
Asumsi Teori
• Masyarakat mengancam individu-individu yang menyimpang dengan adanya isolasi
Asumsi ini menganggap opini publik menjadi penentu apakah nilai-nilai tertentu akan diyakini bersama dalam sebuah populasi. Ketika seseorang mempunyai kesamaan pendapat dengan opini publik, maka dia akan merasa lebih nyaman dan ketakutan akan isolasipun berkurang. Sebaliknya ketika terdapat perbedaan pendapat, ketakutan akan isolasipun akan semakin besar.
• Rasa takut akan isolasi menyebabkan individu-individu untuk setiap saat mencoba menilai iklim opini.
Asumsi ini menyatakan bahwa orang secara terus menerus menilai iklim dari opini publik. Penilaian ini berdasarkan informasi-informasi yang mereka dapat dari observasi pribadi maupun media.
• Perilaku publik dipengaruhi oleh penilaian akan opini publik.
Asumsi ini pada intinya mengemukakan bahwa iindividu cenderung akan mengkomunikasikan pendapatnya jika orang-orang (opini publik) sependapat dengannya, sebaliknya jika orang-orang (opini publik) tidak mendukung pendapatnya, maka individu tersebut cenderung diam.

Kritik
• Heurisme
Secara heuristik, teori Noelle-Neumann ini sangat berhasil menjadi pemantik bagi ilmuwan-ilmuwan lainnya. Banyak peneliti yang menggunakan teorinya untuk melakukan penelitian lanjutan, seperti Wedel yang meneliti tentang popularitas stasiun radio, Neuwirth dan Frederick yang meneliti tentang perilaku minum, dan masih banyak lagi penelitian yang menggunakan konsep Spiral of Silence. Kerelevanan yang ditawarkan memicu semakin banyaknya penggunaan, dan terbukti dengan bervariasinya topik yang berhasil dijelaskan.
• Konsistensi Logis
Seperti halnya teori-teori lain, beberapa kritik mengenai kekonsistensian teori ini bermunculan terutama dalam beberapa istilah dan konsep.
Charles Salmon dan F Gerald Kline (1985) -> kegagalan Spiral of Silence dalam menjelaskan ego seseorang dalam sebuah isu. Contohnya, teori ini tidak bisa diterapkan pada orang-orang yang memiliki keyakinan kuat terhadap sesuatu, biasanya menyangkut hal-hal keyakinan beragama. Umat Islam taat di Amerika tetap saja tidak mau makan daging babi meski lingkungannya menghalalkan itu.
Caroll Glynn dan Jack McLeod (1985) -> menganggap Noelle-Neumann tidak secara empiris menguji asumsi bahwa rasa takut akan isolasi menghalangi orang untuk berbicara. Mereka juga berargumen bahwa pengaruh komunitas tidak dimasukkan oleh Neumann dalam konsep asumsinya.

Integrasi
Tradisi komunikasi: Sosio-psikological
konteks: komunikasi massa
approach to knowing: positivistic

Daftar Pustaka
Griffin, Emory A. 2003. A First Look at Communication Theory. USA: The McGraw-Hill Companies
Miller, Katherine. 2001. Communication Theories: Perspective, Process and Context. USA: The McGraw-Hill Companies
Rohim, Syaiful. 2009. Teori Komunikasi: Perspektif, ragam dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta
West, Richard dan Iynn Turner. 2008. Pengantar Teori Komunikasi dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar