Jumat, 04 Juni 2010

teori komunikasi - Uses and Gratification Theory

Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Herbert Blumer dan Elihu Katz pada tahun 1974. Teori ini menyatakan bahwa pengguna media mempunyai peran aktif untuk memilih dan menggunakan media untuk mendapatkan sumber-sumber yang diinginkan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Dalam hal ini pengguna media mempunyai kesempatan yang besar untuk memilih sendiri media seperti apa dan informasi apa yang dibutuhkan demi mencapai kepuasan.


Perkembangan teori Uses and Gratification dibagi dalam tiga tahapan, yaitu:
1. Tahap pertama adalah ketika oleh Elihu Katz dan Blumler memberikan deskripsi tentang orientasi khalayak untuk memilih dari ragam isi media. Dalam fase ini masih terdapat kelemahan metodologis dan konseptual dalam meneliti orientasi khalayak.
2. Tahap kedua, Elihu Katz dan Blumler menawarkan operasionalisasi variabel-variabel sosial dan psikologis yang diperkirakan memberi pengaruh terhadap perbedaan pola–pola konsumsi media. Fase ini juga menandai dimulainya perhatian pada tipologi penelitian gratifikasi media.
3. Tahap ketiga, ditandai adanya usaha menggunakan data gratifikasi untuk menjelaskan cara lain dalam proses komunikasi, dimana harapan dan motif khalayak mungkin berhubungan.
Asumsi Teori
Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch menyatakan setidaknya ada lima asumsi dasar uses and gratification theory:
1. Khalayak adalah aktif, dan penggunaan media berorientasi pada tujuan. Maksudnya, khalayak mempunyai suatu hal yang ingin dicapai dengan penggunaan media, misalnya untuk keluar dari rutinitas yang monoton, menghilangkan kejenuhan, mencari informasi, atau sekedar hiburan.
2. Inisiatif yang menghubungkan antara kebutuhan kepuasan dan pilihan media spesifik terletak di tangan khalayak. Maksudnya, khalayak secara aktif memilih ragam isi apa yang akan dipilih, misalnya ketika membutuhkan informasi atau isu-isu terkini, tentu akan memilih program news untuk memuaskan keinginannya.
3. Media bersaing dengan sumber-sumber lain dalam upaya memuaskan kebutuhan khalayak. Maksudnya terjadi persaingan antar media yang pada akhirnya memberikan banyak pilihan kepada khalayak.
4. Orang mempunyai cukup kesadaran diri akan penggunaan media mereka, minat, dan motif sehingga dapat memberikan sebuah gambaran yang akurat mengenai kegunaan tersebut kepada peneliti. Maksudnya, khalayak mempunyai landasan/alasan yang kuat mengapa menggunakan media, bisa dilihat dari pemilihan media, ragam isi media dan lain-lain.
5. Penilaian mengenai nilai isi media hanya dapat dinilai oleh khalayak. Maksudnya, khalayak sendirilah yang bisa menilai suatu isi media, bukannya para peneliti, karena penilaian isi media berhubungan dengan pemilihan khalayak terhadap kepuasan dan tujuan akhirnya.
Kritik
heurisme
Beberapa penelitian yang menggunakan konsep teori ini cukup banyak, menandai bahwa teori ini cukup berhasil dalam fungsi heuristiknya. Beberapa diantaranya adalah penelitian Perse dan Courtwright (1993) tentang penggunaan komputer rumah dan penelitian Bellamy dan Walker (1996) mengenai remote control.
Kegunaan
Beberapa kritikus mempertanyakan beberapa pemikiran utama teori ini, jika konsep kunci dari teori goyah, teori menjadi tidak berguna dan tidak bisa menjelaskan apapun.
Konsitensi logis
Terdapat kekurangan koherensi teoritis yang mana beberapa terminology teori ini memerlukan penjelasan lebih lanjut yang lebih mendetail. Seperti yang dikatakan oleh McQuail (1984) bahwa teori ini terlalu bergantung pada penggunaan media yang fungsional.

Integrasi
Tradisi komunikasi: Sosio-psikological
konteks: komunikasi massa
approach to knowing: positivistic

Daftar Pustaka
Griffin, Emory A. 2003. A First Look at Communication Theory. USA: The McGraw-Hill Companies
Miller, Katherine. 2001. Communication Theories: Perspective, Process and Context. USA: The McGraw-Hill Companies
Rohim, Syaiful. 2009. Teori Komunikasi: Perspektif, ragam dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta
West, Richard dan Iynn Turner. 2008. Pengantar Teori Komunikasi dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar