Rabu, 24 Maret 2010

Islam Menjawab Modernisasi

Ooohh…generasi yang hilang korban perang peradaban
Apa arti ilmu pengetahuan tanpa taqwa dan iman
Di meja makan dan mangkuk supmu
Kuhidangkan kisah negri terluka
Orang-orang berjamaah di plaza-plaza
Diskotik dan bar jadi rumah suci
Kutumpahkan luka dan sakit hati
Sebuah permasalahan yang diangkat dalam lagu yang berjudul generasi yang hilang karya nasyid kharisma ini dengan jelas menggambarkan keadaan masa kini. Tidak bisa dipungkiri, bahwa perkembangan zaman dengan kemajuan teknologi menjadi sebuah keharusan yang selalu berjalan seiring waktu. Penemuan-penemuan luar biasa menjadi deadline di media setiap hari seperti ajang perlombaan yang tak kunjung berhenti. Memang, itu bukan suatu hal yang buruk jika teknologi itu masih dalam batas kewajaran dan sejalan dengan ajaran Islam, karena pada dasarnya kemajuan teknologi bertujuan untuk mempermudah hidup manusia.
Tapi terkadang teknologi itu justru dipergunakan untuk melakukan hal-hal yang bersifat mudharat. Dari yang paling kecil saja misalnya dengan adanya internet kita dipermudah dengan akses informasi yang super cepat, tapi di sisi lain banyak orang menggunakan teknologi ini untuk mengakses konten-konten pornografi atau bahkan cyber crime. Ada juga misalnya kemajuan dalam bidang nuklir. Dengan adanya nuklir, pasokan energi di dunia akan sangat tercukupi. Tapi di balik itu ada juga orang-orang jahat yang mengembangkan nuklir menjadi bom nuklir atau yang biasa di sebut bom atom. Daya ledaknya sangat luar biasa, kita ingat beberapa puluh tahun lalu bom atom membumihanguskan dua kota di Jepang yaitu Hiroshima dan Nagasaki akibat perang yang berlarut-larut antara Jepang dan Sekutu. Akibat dari bom itu masih terasa sampai sekarang. Partikel-partikel radioaktif sisa ledakan masih bertebaran sampai sekarang yang menyebabkan tanah tandus dan gersang. Yang paling mengerikan adalah lahirnya bayi-bayi yang kurang sempurna, entah itu cacat fisik maupun cacat mental.
Sebuah gambaran yang mengerikan tentang arti sebuah perkembangan zaman. Kita seperti diberi dua pilihan, hitam atau putih. Kita bebas untuk memilih apakah kita akan menjadi golongan putih yang menyikapi kemajuan zaman dengan sewajarnya, atau golongan hitam yang menggunakan kemajuan zaman sebagai alat untuk mengharncurkan dirinya sendiri bahkan orang lain. Dari sini kita tersadar bahwa kemajuan zaman perlu diimbangi dengan kuatnya iman. Islam menjawab semua itu. Kita bersyukur Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai penerang dan petunjuk bagi seluruh alam. Ajaran-ajarannya bisa mengubah zaman jahiliyah pada saat itu menjadi zaman yang penuh dengan kedamaian dan nilai-nilai Islam. Al-Quran dan As-sunah yang disampaikannya menjadi pedoman hidup dan petunjuk bagi umatnya, karena Al-Quran itu bersifat global, yaitu berisi tentang semua yang ada di bumi dan dilangit, mengatasi segala macam permasalahan yang ada. Al-Quran juga tidak mengenal masa, yang digunakan sejak zaman Nabi hingga besok di akhir zaman. Salah satu bukti nyata adalah ajaran Islam tentang cara bersuci dari najis mughaladhah dengan menggunakan tanah dan air. Ajaran ini sudah disampaikan Rasulullah sejak 1400an tahun yang lalu. Beberapa tahun belakangan dengan ditemukan mikroskop electron yang mampu melihat benda-benda super kecil digunakan oleh beberapa ilmuwan barat untuk meneliti kandungan air liur anjing yang memang terbukti mengandung jutaan bakteri dan kuman-kuman penyakit. Mereka mencoba menggunakan sabun-sabun antiseptic yang mereka buat untuk membunuh kuman-kuman tersebut, tapi tak ada yang berhasil. Kemudian mereka mencoba menggunakan air dan tanah sesuai apa yang diajarkan Rasulullah, dan luar biasanya semua kuman-kuman itu benar-benar mati. Banyak ilmuwan-ilmuwan yang kebanyakan Nasrani itu menjadi Islam karena penemuan tersebut. Sebuah bukti nyata bahwa ajaran Islam memang bersifat global dan tidak mengenal masa.
Jika kita melihat semua kasus di atas tentu kita sadar betapa pentingnya belajar agama Islam dan menjadikan Al Quran dan As sunnah sebagai pedoman hidup kita sehari-hari. Dengan demikian kemajuan teknologi yang berlandaskan Islam tentu akan berbuah manfaat yang maksimal bagi seluruh umat manusia tanpa adanya sisi-sisi negative di balik semua itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar