Rabu, 24 Maret 2010

Sistem Sosial di Indonesia

Pembahasan mengenai sistem sosial di Indonesia menjadi sangat kompleks ketika kenyataan mengatakan bahwa di Indonesia terdapat keunikan yang jarang ditemukan di negara lain. Kemajemukan masyarakat Indonesia membuat definisi sistem sosial di Indonesia menjadi agak sulit untuk dijabarkan, walaupun sebenarnya ada.
Jika dikaji satu per satu dari segi arti, sistem sendiri adalah konstruksi yang abstrak dan teratur sehingga merupakan keseluruhan yang terangkai, artinya setiap bagian dari suatu keseluruhan dapat dihubungkan satu sama lainnya. Sedangkan sistem sosial adalah bangunan sistem yang ada dalam kehidupan sosial masyarakat. Masyarakat sendiri diartikan sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dari entitas-entitas yang hidup bersama dan terikat oleh sebuah sistem sosial maupun politik yang sama.
Kita putar ulang sejarah, bahwa Indonesia terbentuk dari kesatuan berbagai daerah di Nusantara. Seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara dan Kalimantan. Kesemua daerah tersebut pada awalnya mempunyai kekhasan masing-masing dalam hal budaya, suku, religi, etnis dan kebiasaan yang bisa juga disebut sistem sosial. Namun pada waktu itu, semangat bersatu telah meleburkan egoisme kedaerahan menuju sebuah negara kesatuan dengan berbagai keragaman. Dengan terbentuknya Negara Indonesia bukan berarti keberagaman sistem itu berubah menjadi sebuah sitem sosial tunggal dan menyeluruh bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sistem sosial Indonesia hanyalah sebuah klaim politis yang dalam kenyataanya sangat sulit menyatakan bahwa Indonesia mempunyai sistem sosial tunggal yang berlaku di seluruh daerah.
Keberagaman itu tentu bukan menjadi maslah yang besar ketika seluruh bagian dalam sistem itu dengan sadar bergabung dalam sebuah identitas bernama Indonesia yang tentu memiliki sebuah sistem politik. Sistem politik inilah yang menjadi pemersatu dan digunakan secara universal di seluruh daerah di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar